Senin, 18 Mei 2015

makalah Pengelolaan Kelas

MAKALAH PENGELOLAAN KELAS
Di Ajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Strategi Pembelajaran 2
Dosen pembimbing:
Ika Dian Rahmawati, M. Pd

UNHASY
 






Oleh
Luluk Sayyidatul Afiyah (1260217)

UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH  IBTIDAIYYAH (PGMI)
TEBUIRENG JOMBANG
April 2014


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Guru adalah sebuah profesi. Profesionalitas guru tentunya sangat terkait dengan manajemen kerja guru dalam membuat perencanaan, yang kemudian mengaplikasikanya dengan mengajar dikelas. Lalu harus ada evaluasi tentang kualitas pembelajaran.
Oleh karena itu, demi harapan kemajuan kualitas pendidikan guru di Indonesia, hendaknya untuk menjadi guru profesional adalah memiliki kemauan  untuk selalu belajar dalam meningkatkan siswa yang berkualitas. Dengan belajar mengelola kelas sebaik-baiknya yang ditinjau dari pendekatan pembelajaran berupa strategi, metode, maupun model pembelajaran yang tepat dalam penyampaian materi pelajaran, akan menghasilkan siswa yang berkualitas baik the best input maupun the best proses.
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah diuraikan diatas menghasilkan rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian pengelolaan kelas ?
2.      Bagaimana cara pengelolaan kelas dengan baik?
3.      Apa pengertian pendekatan pembelajaran?
4.      Apa saja jenis pendekatan pembelajaran?
5.      Apa pengertian strategi pembelajaran?
6.      Apa pengertian metode pembelajaran?
7.      Apa saja macam-macam metode pembelajaran?
8.      Apa pngertian model pembelajaran?




C.    Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, tujuan makalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pngertian pengelolaan kelas.
2.      Untuk mengetahui cara pengelolaan kelas dengan baik
3.      Untuk mengetahui pengertian pendekatan pembelajaran.
4.      Untuk mengetahui jenis pendekatan pembelajaran.
5.      Untuk mengetahui pengertian strategi pembelajaran.
6.      Untuk mengetahui pengertian metode pembelajaran.
7.      Utuk mengetahui macam-macam metode pembelajaran.
8.      Untuk mengetahui pengertian model pembelajaran.





















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengelolaan Kelas
Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata yang aslinya dari bahasa inggris, yaitu “management,” yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan. Menurut Arikunto (1990 : 2) manajemen atau pengelolaan dalam pengertian umum adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu kegiatan. Dan kelas yang dimaksud  adalah kelas dengan sistem pengajaran klasikal dalam pengajaran secara tradisional. Maka dia menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan seperti yang diharapkan.
(winataputra, 2003) mengemukakan bahwa pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan guru yang ditunjukan untuk mendorong munculnya tingkah laku siawa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif, serta menciptakan dan memelihara organisasi kelas yang produktif dan efektif.
Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru yang ditujukan kepada siswa untuk menciptakan kondisi kelas yang optimal sehingga kegiatan proses belajar berlangsung secara kondusif dan maksimal sesuai tujuan yang diharapkan.
Pembelajaran seharusnya dapat dilaksanakan dengan baik, guna mencapai tujuan pembelajaran. untuk itu guru sedapat mungkin mampu memanfaatkan waktu, sumber belajar secara efektif. Keefektifan dalam pembelajaran dapat memberikan dampak positif bagi hasil pembelajaran.
Adapun cara mengelola kelas dapat berjalan dengan baik jika pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran maupun model pembelajaran disampaikan secara tepat kepada siswa, karena dari situlah akan terciptanya kondisi kelas yang optimal, baik dari pengelolaan siswa dalam kegiatan belajar maupun pengelolaan materi yang akan disampaikan sesuai tujuan pembelajaran.
B.     Pendekatan Pembelajaran
Dalam Sanjaya (2008:127) Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dalam Chatib (2011:128) Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1.      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach), dalam pendekatan ini menghasilkan siswa yang dituntut “tahu apa” lebih banyak. siswa dapat dikatakan berhasil atau standard ketuntasan terlampaui  apabila siswa tersebut mampu menjawab dan hafal informasi-informasi yang dibutuhkan.
2.      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dalam pendekatan ini akan menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan yang lebih banyak terasah karena lebih banyak siswa yang “tahu apa” dan “bisa apa”.
            Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif .
            Oleh karena itu, Dalam mengajar guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran.
C.    Strategi pembelajaran
Dari pendekatan pembelajaran maka diturunkan strategi pembelajaran. Strategi berasal dari kata strategos (yunani)yang berarti jendral atau perwira negara. Yakni jendral adalah orang yang bertanggung jawab merencanakan suatu strategi dari mengarahkan pasukan untuk mencapai kemenangan. Jadi, seorang pendidik adalah orang yang bertanggung jawab merencanakan strategi untuk mengarahkan siswa mencapai tujuan yang diinginkan.
Menurut J.R David dalam Chatib (2011:129) mengemukakan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan di ambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dari pendapat diatas, strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau konsep yang dipersiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan belajar.
Selanjutnya menurut Rowntree dalam Chatib (2011:129), strategi pembelajaran dapat dikelompokan kedalam dua bagian berikut, yaitu:
1.      Exposition-Discovery Learning
a.       Eksposition learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung menggunakan cara pengajaran cara menjelaskan secara terperinci materi yang akan dipelajari. Dengan kata lain, materi siap disajikan, siswa cenderung mendengarkan dan merasakan sajian materi tersebut. Contoh: guru menjelaskan bagaimana kacang hijau tumbuh menjadi tunas, dan seterusnya.
b.      Discovery learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi, eksperimen, atau tindakan ilmiah sehingga mendapatkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah tersebut. Dengan kata lain, siswa sendiri yang diminta menemukan suatu teori dengan pengalaman belajar yang telah dialami oleh siswa. Contoh: selama satu minggu, siswa dimnta menanam benih kacang hijau hingga tumbuh tunas dan membesar, kemudian siswa diminta menyimpulkan bagaimana pertumbuhan tersebut terjadi.
2.      Group-Individual Learning
a.       Group learning adalah atrategi yang melibatkan lebih dari satu siswa yang dibagi dalam kelompok. Biasanya dengan strategi ini siswa dapat berinteraksi dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru.
b.      Individual learning adalah strategi pembelajaran individual. Setiap siswa diminta untuk belajar sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa kerja sama dengan yang lain.
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan dalam Chatib (2011:130) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha yang berkaitan dengan konteks pembelajaran, yaitu:
1.      Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran, yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. Jadi, strategi pembelajaran yang diterapkan harus terkait dengan silabus terutama indikator hesil belajar.
2.      Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. Yakni memilih pendekatan pembelajaran yang tepat sangatlah penting dalam mengaplikasikan strategi dalam proses pembelajaran, khususnya pada pendekatan yang berpusat pada siswa, karena akan memberikan manfaat ganda pada siswa seperti yang telah diungkapkan diatas.
3.      Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode, dan teknik pembelajaran. jadi dalam menggunakan metode hendaknya disesuaikan dengan gaya belajar siswa.
4.      Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. Jadi, hendaknya strategi yang baik dilengkapi dengan rubrik penilaian autentik.
Adapun menurut Aqib dalam Rianto (2010) mengelompokkan jenis strategi pembelajaran berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu,yaitu:
1.      Atas dasar pertimbangan proses pengelolahan pesan
a.       Strategi induktif. Materi atau  bahan pelajaran diolah mulai dari yang umum ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian.
b.      Strategi deduktif. Materi atau bahan pelajran diolah dari khusus ke umum, generalisasi,atau umum.
2.      Atas dasar pertimbangan pihak pengelola pesan
a.       Strategi ekspositorik. Guru yang mencari dan mengelola bahan pelajaran kemudian menyampaikannya kepada siswa.
b.      Strategi heoristik. Bahan atau materi pelajaran diolah oleh siswa.
3.      Atas dasar pertimbangan pengaturan guru
a.       Strategi seorang guru. guru mengajarkan kepada sejumlah siswa
b.      Strategi pengajaran beregu (time teaching).
4.      Atas dasar pertimbangan jumlah siswa
a.       Strategi klasikal
b.      Strategi kelompok kecil
c.       Strategi individu
5.      Atas dasar pertimbangan guru dengan siswa
a.       Strategi tatap muka
b.      Straategi pengajaran melalui media
Jadi, strategi pembelajaran adalah”a plan of operation achieving something” yang masih bersifat konseptual sehingga untuk implementasikan digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu.
D.    Metode Pembelajaran
            Dalam Sanjaya (2008 ) mengemukakan jika strategi pembelajaran adalah “ a plan of  operatiom achieving something” maka metode adalah “ a way in achieving something”. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan susunan rencana dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis agar tujuan pembelajaran tercapai.
            Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan. Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran.
Sebenarnya metode pembelajaran sangat beragam, namun beberapa metode pembelajaran yang sering digunakan antara lain:
1.      Ceramah
Metode ceramah dapat dikatakan sebagai metode tradisional karena, sejak dulu dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar.
Jadi, metode ini siswa hanya mendengarkan dan  berfokus pada guru saja, disini guru sebagai center learning.
a.       Kelebihan metode ceramah
1)      Guru mudah menguasai kelas
2)      Mudah mengorganisasikan tempat duduk atau kelas
3)      Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
4)      Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
5)      Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik
b.      Kelemahan metode ceramah
1)      Yang visual menjadi rugi, yang auditif yang besar menerimanya.
2)      Bila selalu digunakan dan terlalu lama dapat membosankan
3)      Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.
4)      Menyebabkan siswa menjadi pasif.
2.      Tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Metode ini sering digunakan pada kegiatan belajar mengajar, dengan harapan guru dapat dengan mudah dapat memberikan stimulus kepada siswa sehingga siswa dapat lebih aktif.
a.       Kelebihan metode tanya jawab
1)      Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun seketika itu siswa sedang ribut,mengantuk, dapat kembali segar.
2)      Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan.
3)      Mengembangkan keberanian dan percaya diri dalam mengemukakan pertanyaan maupun jawaban.
b.      Kelemahan metode tanya jawab
1)      Bagi siswa yang kurang memiliki keberanian,akan merasa takut apabila guru memberikan pertanyaan .
2)      Tidak mudah memberikan pertanyaan yang mudah dipahami siswa.
3)      Waktu sering banyak terbuang apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan.
3.      Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian materi dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau pun tiruan yang sering disertai dengan penjelasan lisan yang jelas.
Dengan metode ini, guru menjadi pusat pembelajaran, yakni guru berupaya untuk mempertunjukkan kepada siswa, baik situasi atau benda yang sedang dipelajari, Sehingga siswa dapat mudah memahami.
a.       Kelebihan metode demonstrasi
1)      Dapat membuat pengajaran menjadi lebihg jelas.
2)      Proses pembelajarannya lebih menarik.
3)      Siswa dapat mudah merespond dan mengamati secara aktif.
b.      Kekurangan metode demonstrasi
1)      Guru memerlukan suatu keterampilan yang khusus.
2)      Fasilitasnya harus tersedia dengan baik.
3)      Memerlukan waktu yang panjang sehingga tidak efisien.
4)      Tidak semua benda ssssdan situasi dapat di demonstrasikan.

4.      Penugasan
Metode penugasan (resitasi) adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas ini berbeda dengan pekerjaan rumah (PR), tudgas biasanya dikerjakan di sekolah, perpustakaan, dan tempat lainya. Metode ini digunakan guna untuk merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individu maupun kelompok tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
a.       Kelebihan metode penugasan
1)      Pengetahuan siswa yang diperoleh dari belajar sendiri maupun kelompok akan mudah diingat lebih lama.
2)      Dapat mengembangkan kreativitas siswa.
3)      Dapat mengembangkan kemandirian siswa.
4)      Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
b.      Kekurangan metode penugasan
1)      Siswa susah dikontrol, apakah benar dia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.
2)      Apabila tugas kelompok, tidak jarang bahwa yang aktif adalah mengerjakan adalah sebagian saja.
3)      Tidak mudah memberi tugas yang sesuai dengan perbedaan individu.
5.      Diskusi
Metode diskusi adalah cra penyajian pelajaran, dimkana siswa-siswa dihadapkan kepada suatau masalah yang bisa berupa suatu pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
Metode ini dilaksanakan oleh seorang guru sebagai proses belajar, dimana interaksi antara dua individu atau lebih yang terlibat. Jadi semua siswa diharapkan aktif dalam memecahkan masalah serta saling tukar-menukar pengalaman dan informasi. Sehingga tidak ada yang pasif mendengar saja.
c.       Kelebihan metode diskusi
1)      Merangsang kreatifitas anak didik untuk memecahkan suatu masalah dalam bentuk ide atau gagasan.
2)      Mengembangkan sikap saling menghargai satu sama lain.
3)      Memeperluas wawasan.
4)      Menanamkan kebiasaan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
d.      Kelemahan metode diskusi
1)      Tidak dapat dipakai kelompok besar
2)      Peserta mendapat informasi yang terbatas.
3)      Memerlukan waktu yang yang panjang sehingga tidak efisien.
4)      Mungkin saja dapt dikuasai oleh siswa yang suka berbicara atau menonjolkan diri.
6.      Eksperimen
Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar  dengan metode percobaan ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan itu sendiri mengenai objek, keadaan, atau proses tertentu. Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil, dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya.
Metode eksperiman mempunyai kelebihan dan kekurangn sebagai berikut:
a.       Kelebihan metode eksperimen
1)      Membuat siswa lebih percaya diri atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya.
2)      Dapat membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil percobaanya dan bermanfaat bagi kehidupan.
b.      Kekurangan metode eksperimen
1)      Metode ini lebih sesuai dengan metode sains
2)      Metode ini memerlukan fasilitas dan bahan yang selalu mudah diperoleh dan mahal
3)      Metode ini memerlukan waktu yang lama
4)      Setiap percobaan tidak selalu menunjukkan hasil yang diharapkan.
7.      Simulasi
Metode simulasi merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan mengajar yang bersifat pura-pura.
Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada kelas tinggi di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran, siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok. Disamping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk bermain peran beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Metode simulasi ini, memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu:
a.    Kelebihan metode simulasi
1)        Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja.
2)        Simulasi dapat mengembangkan krwativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan.
3)        Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa.
4)        Memperkaya pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis.
5)        Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
b.    Kekurangan metode simulasi
1)      Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2)      Pengelolaan yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
3)      Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempenggaruhi siswa dalam melakukan


E.     Model Pembelajaran
            Menurut Chatib (2011:128) model pembelajaran adalah sebuah sistem proses pembelajaran yang utuh, mulai dari awal sampai akhir. Model pembelajaran ini melingkupi pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran.
Merurut Hosna (2013:210) Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Dari pendapat diatas, dapat dirumuskan bahwa model pembelajaran ialah bentuk pembelajaran yang khas mulai dari awal sampai akhir yang disajikan  oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Menurut Hosna (2013:211) penggunaan istilah model pembelajaran seringkali diidentikkan dengan strategi pembelajaran. untuk lebih jelasnya posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:
Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran







sumber: Hosna, Rofi’atul (2013:211)
Dari  posisi hierarkis diatas, telah jelas digambarkan bahwa pendekatan, strategi, metode, serta teknik dan taktik pembelajaran terbungkus menjadi satu yang disebut model pembelajaran.
menurut Arends dalam Suprijono (2009:46) model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Model pembelajaran dapat didefenisikan  sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengordinasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Melalui model pembelajaran guru dapat membantu peserta didik dalam mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide. model pembelajaran berfungsi pula sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang aktivitas belajar mengajar.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan diatas menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru yang ditujukan kepada siswa untuk menciptakan kondisi kelas yang optimal sehingga kegiatan proses belajar berlangsung secara kondusif dan maksimal sesuai tujuan yang diharapkan.
  1. Cara mengelola kelas dapat berjalan dengan baik jika pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran maupun model pembelajaran disampaikan secara tepat kepada siswa, karena dari situlah akan terciptanya kondisi kelas yang optimal, baik dari pengelolaan siswa dalam kegiatan belajar maupun pengelolaan materi yang akan disampaikan sesuai tujuan pembelajaran.
3.      Pendekatan pembelajaran ialah sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi, mengansprasi. Menguatkan, dan melatari metode pembelajaran.
4.      Pendekatan dibagi menjadi dua jenis yaitu: pendekatan yang berpusat pada guru (teacher center approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student center approach).
5.      Strategi pembelajaran ialah suatu rencana atau konsep yang dipersiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan belajar.
6.      Metode pembelajaran ialah cara yang dicapai dalam proses pembelajaran yang disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar.
7.      Adapun macam-macam metode yang sering digunakan yaitu: metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, penugasan, eksperimen, dan simulasi.
8.      Model pembelajaran ialah bentuk pembelajaran yang khas mulai dari awal sampai akhir yang disajikan  oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
B.     Saran
Dari pemahaman uraian di atas tentang pengelolaan kelas secara efektif yang ditinjau dari pendekatan, strategi, metode, dan model pembelajaran, diharapkan guru dapat menerapkan sesuai tujuan yang diharapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Ini adalah upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru yang ada di Indonesia untuk menghasilkan siswa yang berkualitas.











DAFTAR RUJUKAN
Chatib, Munif. 2011. Gurunya Manusia. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri &  Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Hosna, Rofi’atul & Samsul. 2013. The Art Of Learning. Jombang: Multazam.
Mufarrokah, Anissatul. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Sukses Ofset.
Rianto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Senjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winataputra, Udin S. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.






 










Tidak ada komentar:

Posting Komentar