MAKALAH PENGELOLAAN KELAS
Di Ajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah Strategi
Pembelajaran 2
Dosen
pembimbing:
Ika Dian Rahmawati, M.
Pd
![]() |
Oleh
Luluk Sayyidatul Afiyah (1260217)
UNIVERSITAS
HASYIM ASY’ARI
FAKULTAS
TARBIYAH
PENDIDIKAN
GURU MADRASAH IBTIDAIYYAH (PGMI)
TEBUIRENG
JOMBANG
April 2014
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Guru adalah sebuah profesi. Profesionalitas guru tentunya
sangat terkait dengan manajemen kerja guru dalam membuat perencanaan, yang
kemudian mengaplikasikanya dengan mengajar dikelas. Lalu harus ada evaluasi
tentang kualitas pembelajaran.
Oleh karena itu, demi harapan kemajuan kualitas
pendidikan guru di Indonesia, hendaknya untuk menjadi guru profesional adalah
memiliki kemauan untuk selalu belajar
dalam meningkatkan siswa yang berkualitas. Dengan belajar mengelola kelas sebaik-baiknya
yang ditinjau dari pendekatan pembelajaran berupa strategi, metode, maupun
model pembelajaran yang tepat dalam penyampaian materi pelajaran, akan
menghasilkan siswa yang berkualitas baik the best input maupun the
best proses.
B.
Rumusan
Masalah
Dari
latar belakang yang telah diuraikan diatas menghasilkan rumusan masalah sebagai
berikut:
1.
Apa
pengertian pengelolaan kelas ?
2.
Bagaimana
cara pengelolaan kelas dengan baik?
3.
Apa
pengertian pendekatan pembelajaran?
4.
Apa
saja jenis pendekatan pembelajaran?
5.
Apa
pengertian strategi pembelajaran?
6.
Apa
pengertian metode pembelajaran?
7.
Apa
saja macam-macam metode pembelajaran?
8.
Apa
pngertian model pembelajaran?
C.
Tujuan
Dari
rumusan masalah diatas, tujuan makalah sebagai berikut :
1.
Untuk
mengetahui pngertian pengelolaan kelas.
2.
Untuk
mengetahui cara pengelolaan kelas dengan baik
3.
Untuk
mengetahui pengertian pendekatan pembelajaran.
4.
Untuk
mengetahui jenis pendekatan pembelajaran.
5.
Untuk
mengetahui pengertian strategi pembelajaran.
6.
Untuk
mengetahui pengertian metode pembelajaran.
7.
Utuk
mengetahui macam-macam metode pembelajaran.
8.
Untuk
mengetahui pengertian model pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengelolaan
Kelas
Istilah
lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata yang aslinya
dari bahasa inggris, yaitu “management,” yang berarti ketatalaksanaan, tata
pimpinan, pengelolaan. Menurut Arikunto (1990 : 2) manajemen atau pengelolaan
dalam pengertian umum adalah pengadministrasian, pengaturan atau penataan suatu
kegiatan. Dan kelas yang dimaksud adalah
kelas dengan sistem pengajaran klasikal dalam pengajaran secara tradisional.
Maka dia menyimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan
oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan
maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan seperti
yang diharapkan.
(winataputra, 2003) mengemukakan bahwa pengelolaan kelas
adalah serangkaian kegiatan guru yang ditunjukan untuk mendorong munculnya
tingkah laku siawa yang diharapkan dan menghilangkan tingkah laku siswa yang
tidak diharapkan, menciptakan hubungan interpersonal yang baik dan iklim
sosio-emosional yang positif, serta menciptakan dan memelihara organisasi kelas
yang produktif dan efektif.
Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru yang ditujukan
kepada siswa untuk menciptakan kondisi kelas yang optimal sehingga kegiatan
proses belajar berlangsung secara kondusif dan maksimal sesuai tujuan yang
diharapkan.
Pembelajaran seharusnya dapat dilaksanakan dengan baik,
guna mencapai tujuan pembelajaran. untuk itu guru sedapat mungkin mampu
memanfaatkan waktu, sumber belajar secara efektif. Keefektifan dalam
pembelajaran dapat memberikan dampak positif bagi hasil pembelajaran.
Adapun
cara mengelola kelas dapat berjalan dengan baik jika pendekatan pembelajaran,
strategi pembelajaran, metode pembelajaran maupun model pembelajaran disampaikan
secara tepat kepada siswa, karena dari situlah akan terciptanya kondisi kelas
yang optimal, baik dari pengelolaan siswa dalam kegiatan belajar maupun
pengelolaan materi yang akan disampaikan sesuai tujuan pembelajaran.
B.
Pendekatan
Pembelajaran
Dalam Sanjaya (2008:127) Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai
titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk
pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum,
di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode
pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dalam Chatib (2011:128) Dilihat
dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
1.
pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach), dalam pendekatan ini menghasilkan siswa yang dituntut
“tahu apa” lebih banyak. siswa dapat dikatakan berhasil atau standard
ketuntasan terlampaui apabila siswa
tersebut mampu menjawab dan hafal informasi-informasi yang dibutuhkan.
2.
pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dalam pendekatan ini akan menghasilkan siswa yang
memiliki kemampuan yang lebih banyak terasah karena lebih banyak siswa yang
“tahu apa” dan “bisa apa”.
Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak
atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang berpusat
pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction),
pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan
pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery
dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif .
Oleh
karena itu, Dalam mengajar guru harus pandai menggunakan
pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan
anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan
perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai
anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam
pengajaran.
C.
Strategi
pembelajaran
Dari
pendekatan pembelajaran maka diturunkan strategi pembelajaran. Strategi
berasal dari kata strategos (yunani)yang berarti jendral atau perwira negara.
Yakni jendral adalah orang yang bertanggung jawab merencanakan suatu strategi
dari mengarahkan pasukan untuk mencapai kemenangan. Jadi, seorang pendidik adalah
orang yang bertanggung jawab merencanakan strategi untuk mengarahkan siswa
mencapai tujuan yang diinginkan.
Menurut J.R
David dalam Chatib (2011:129) mengemukakan bahwa dalam strategi pembelajaran
terkandung makna perencanaan. Artinya bahwa strategi pada dasarnya masih
bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan di ambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran.
Dari pendapat
diatas, strategi pembelajaran adalah suatu rencana atau konsep yang
dipersiapkan untuk menunjang proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan
belajar.
Selanjutnya menurut
Rowntree dalam Chatib (2011:129), strategi pembelajaran dapat dikelompokan
kedalam dua bagian berikut, yaitu:
1.
Exposition-Discovery
Learning
a.
Eksposition
learning adalah strategi
pembelajaran yang cenderung menggunakan cara pengajaran cara menjelaskan secara
terperinci materi yang akan dipelajari. Dengan kata lain, materi siap
disajikan, siswa cenderung mendengarkan dan merasakan sajian materi tersebut.
Contoh: guru menjelaskan bagaimana kacang hijau tumbuh menjadi tunas, dan
seterusnya.
b.
Discovery
learning adalah strategi
pembelajaran yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi,
eksperimen, atau tindakan ilmiah sehingga mendapatkan kesimpulan dari hasil
tindakan ilmiah tersebut. Dengan kata lain, siswa sendiri yang diminta
menemukan suatu teori dengan pengalaman belajar yang telah dialami oleh siswa.
Contoh: selama satu minggu, siswa dimnta menanam benih kacang hijau hingga
tumbuh tunas dan membesar, kemudian siswa diminta menyimpulkan bagaimana pertumbuhan
tersebut terjadi.
2.
Group-Individual
Learning
a.
Group learning adalah atrategi yang melibatkan lebih
dari satu siswa yang dibagi dalam kelompok. Biasanya dengan strategi ini siswa
dapat berinteraksi dalam memecahkan masalah yang diberikan oleh guru.
b.
Individual
learning adalah strategi
pembelajaran individual. Setiap siswa diminta untuk belajar sendiri dan
menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa kerja sama dengan yang lain.
Dari
pendekatan pembelajaran
yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam Strategi Pembelajaran. Newman dan Logan dalam
Chatib (2011:130) mengemukakan empat unsur strategi dari
setiap usaha yang berkaitan
dengan konteks pembelajaran, yaitu:
1.
Menetapkan
spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran, yakni perubahan profil perilaku
dan pribadi peserta didik. Jadi, strategi pembelajaran yang diterapkan harus
terkait dengan silabus terutama indikator hesil belajar.
2.
Mempertimbangkan
dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. Yakni
memilih pendekatan pembelajaran yang tepat sangatlah penting dalam
mengaplikasikan strategi dalam proses pembelajaran, khususnya pada pendekatan
yang berpusat pada siswa, karena akan memberikan manfaat ganda pada siswa
seperti yang telah diungkapkan diatas.
3.
Mempertimbangkan
dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode, dan teknik pembelajaran.
jadi dalam menggunakan metode hendaknya disesuaikan dengan gaya belajar siswa.
4.
Menetapkan
norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku
keberhasilan. Jadi, hendaknya strategi yang baik dilengkapi dengan rubrik
penilaian autentik.
Adapun menurut Aqib dalam Rianto (2010) mengelompokkan jenis strategi
pembelajaran berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu,yaitu:
1. Atas
dasar pertimbangan proses pengelolahan pesan
a. Strategi
induktif. Materi atau bahan pelajaran
diolah mulai dari yang umum ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian.
b. Strategi
deduktif. Materi atau bahan pelajran diolah dari khusus ke umum,
generalisasi,atau umum.
2. Atas
dasar pertimbangan pihak pengelola pesan
a. Strategi
ekspositorik. Guru yang mencari dan mengelola bahan pelajaran kemudian
menyampaikannya kepada siswa.
b. Strategi
heoristik. Bahan atau materi pelajaran diolah oleh siswa.
3. Atas
dasar pertimbangan pengaturan guru
a. Strategi
seorang guru. guru mengajarkan kepada sejumlah siswa
b. Strategi
pengajaran beregu (time teaching).
4. Atas
dasar pertimbangan jumlah siswa
a. Strategi
klasikal
b. Strategi
kelompok kecil
c. Strategi
individu
5. Atas
dasar pertimbangan guru dengan siswa
a. Strategi
tatap muka
b. Straategi
pengajaran melalui media
Jadi,
strategi pembelajaran adalah”a plan of operation achieving something”
yang masih bersifat konseptual sehingga untuk implementasikan digunakan
berbagai metode pembelajaran tertentu.
D.
Metode
Pembelajaran
Dalam
Sanjaya (2008 ) mengemukakan jika strategi pembelajaran adalah “ a plan
of operatiom achieving something”
maka metode adalah “ a way in achieving something”. Jadi, metode
pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan susunan rencana dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis
agar tujuan pembelajaran tercapai.
Metode
merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam
mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan suatu
metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan.
Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan fungsionalnya strategi dalam
kegiatan pembelajaran.
Sebenarnya
metode pembelajaran sangat beragam, namun beberapa metode pembelajaran yang
sering digunakan antara lain:
1. Ceramah
Metode ceramah dapat dikatakan sebagai metode
tradisional karena, sejak dulu dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan
antara guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar.
Jadi, metode ini siswa hanya mendengarkan dan berfokus pada guru saja, disini guru sebagai
center learning.
a. Kelebihan
metode ceramah
1) Guru
mudah menguasai kelas
2) Mudah
mengorganisasikan tempat duduk atau kelas
3) Dapat
diikuti oleh jumlah siswa yang besar
4) Mudah
mempersiapkan dan melaksanakannya
5) Guru
mudah menerangkan pelajaran dengan baik
b. Kelemahan
metode ceramah
1) Yang
visual menjadi rugi, yang auditif yang besar menerimanya.
2) Bila
selalu digunakan dan terlalu lama dapat membosankan
3) Guru
menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar
sekali.
4) Menyebabkan
siswa menjadi pasif.
2.
Tanya jawab
Metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran
dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,
tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.
Metode ini sering digunakan pada kegiatan belajar
mengajar, dengan harapan guru dapat dengan mudah dapat memberikan stimulus
kepada siswa sehingga siswa dapat lebih aktif.
a. Kelebihan
metode tanya jawab
1) Pertanyaan
dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun seketika itu siswa
sedang ribut,mengantuk, dapat kembali segar.
2) Merangsang
siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan.
3) Mengembangkan
keberanian dan percaya diri dalam mengemukakan pertanyaan maupun jawaban.
b. Kelemahan
metode tanya jawab
1) Bagi
siswa yang kurang memiliki keberanian,akan merasa takut apabila guru memberikan
pertanyaan .
2) Tidak
mudah memberikan pertanyaan yang mudah dipahami siswa.
3) Waktu
sering banyak terbuang apabila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan.
3.
Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara penyajian materi
dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa, situasi, atau benda
tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya atau pun tiruan yang sering
disertai dengan penjelasan lisan yang jelas.
Dengan metode ini,
guru menjadi pusat pembelajaran, yakni guru berupaya untuk mempertunjukkan
kepada siswa, baik situasi atau benda yang sedang dipelajari, Sehingga siswa
dapat mudah memahami.
a. Kelebihan
metode demonstrasi
1) Dapat
membuat pengajaran menjadi lebihg jelas.
2) Proses
pembelajarannya lebih menarik.
3) Siswa
dapat mudah merespond dan mengamati secara aktif.
b. Kekurangan
metode demonstrasi
1) Guru
memerlukan suatu keterampilan yang khusus.
2) Fasilitasnya
harus tersedia dengan baik.
3) Memerlukan
waktu yang panjang sehingga tidak efisien.
4) Tidak
semua benda ssssdan situasi dapat di demonstrasikan.
4.
Penugasan
Metode penugasan (resitasi) adalah metode penyajian
bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan
belajar. Tugas ini berbeda dengan pekerjaan rumah (PR), tudgas biasanya
dikerjakan di sekolah, perpustakaan, dan tempat lainya. Metode ini digunakan
guna untuk merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individu maupun
kelompok tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.
a. Kelebihan
metode penugasan
1) Pengetahuan
siswa yang diperoleh dari belajar sendiri maupun kelompok akan mudah diingat
lebih lama.
2) Dapat
mengembangkan kreativitas siswa.
3) Dapat
mengembangkan kemandirian siswa.
4) Dapat
membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
b. Kekurangan
metode penugasan
1) Siswa
susah dikontrol, apakah benar dia yang mengerjakan tugas ataukah orang lain.
2) Apabila
tugas kelompok, tidak jarang bahwa yang aktif adalah mengerjakan adalah
sebagian saja.
3) Tidak
mudah memberi tugas yang sesuai dengan perbedaan individu.
5.
Diskusi
Metode diskusi adalah
cra penyajian pelajaran, dimkana siswa-siswa dihadapkan kepada suatau masalah
yang bisa berupa suatu pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis
untuk dibahas dan dipecahkan bersama.
Metode ini dilaksanakan oleh seorang guru sebagai
proses belajar, dimana interaksi antara dua individu atau lebih yang terlibat.
Jadi semua siswa diharapkan aktif dalam memecahkan masalah serta saling
tukar-menukar pengalaman dan informasi. Sehingga tidak ada yang pasif mendengar
saja.
c. Kelebihan
metode diskusi
1) Merangsang
kreatifitas anak didik untuk memecahkan suatu masalah dalam bentuk ide atau
gagasan.
2) Mengembangkan
sikap saling menghargai satu sama lain.
3) Memeperluas
wawasan.
4) Menanamkan
kebiasaan musyawarah untuk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
d. Kelemahan
metode diskusi
1) Tidak
dapat dipakai kelompok besar
2) Peserta
mendapat informasi yang terbatas.
3) Memerlukan
waktu yang yang panjang sehingga tidak efisien.
4) Mungkin
saja dapt dikuasai oleh siswa yang suka berbicara atau menonjolkan diri.
6.
Eksperimen
Metode eksperimen
(percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan percobaan
dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses
belajar mengajar dengan metode percobaan
ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri,
mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan
menarik kesimpulan itu sendiri mengenai objek, keadaan, atau proses tertentu.
Dengan demikian, siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran,
atau mencoba mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil,
dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya.
Metode eksperiman
mempunyai kelebihan dan kekurangn sebagai berikut:
a.
Kelebihan
metode eksperimen
1)
Membuat
siswa lebih percaya diri atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan
percobaannya.
2)
Dapat
membina siswa untuk membuat terobosan-terobosan baru dengan penemuan dari hasil
percobaanya dan bermanfaat bagi kehidupan.
b.
Kekurangan
metode eksperimen
1)
Metode
ini lebih sesuai dengan metode sains
2)
Metode
ini memerlukan fasilitas dan bahan yang selalu mudah diperoleh dan mahal
3)
Metode
ini memerlukan waktu yang lama
4)
Setiap
percobaan tidak selalu menunjukkan hasil yang diharapkan.
7.
Simulasi
Metode simulasi
merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran
kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung objeknya
bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan mengajar yang
bersifat pura-pura.
Kegiatan simulasi
dapat dilakukan oleh siswa pada kelas tinggi di Sekolah Dasar. Dalam
pembelajaran, siswa akan dibina kemampuannya berkaitan dengan keterampilan
berinteraksi dan berkomunikasi dalam kelompok. Disamping itu, dalam metode
simulasi siswa diajak untuk bermain peran beberapa perilaku yang dianggap
sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Metode simulasi
ini, memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu:
a. Kelebihan metode simulasi
1)
Simulasi
dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang
sebenarnya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi
dunia kerja.
2)
Simulasi dapat mengembangkan krwativitas
siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan
sesuai dengan topik yang disimulasikan.
3)
Simulasi dapat memupuk keberanian dan
percaya diri siswa.
4)
Memperkaya pengetahuan, sikap dan
keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang
problematis.
5)
Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa
dalam proses pembelajaran.
b.
Kekurangan
metode simulasi
1)
Pengalaman yang diperoleh melalui
simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2) Pengelolaan
yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga
tujuan pembelajaran menjadi terabaikan.
3) Faktor
psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempenggaruhi siswa dalam
melakukan
E.
Model
Pembelajaran
Menurut Chatib (2011:128) model
pembelajaran adalah sebuah sistem proses pembelajaran yang utuh, mulai dari
awal sampai akhir. Model pembelajaran ini melingkupi pendekatan pembelajaran,
strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran.
Merurut Hosna (2013:210) Model pembelajaran pada dasarnya
merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang
disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan
bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik
pembelajaran.
Dari pendapat diatas, dapat dirumuskan bahwa model pembelajaran ialah
bentuk pembelajaran yang khas mulai dari awal sampai akhir yang disajikan oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian
kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Menurut Hosna (2013:211) penggunaan istilah model
pembelajaran seringkali diidentikkan dengan strategi pembelajaran. untuk lebih
jelasnya posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat
divisualisasikan sebagai berikut:

sumber: Hosna,
Rofi’atul (2013:211)
Dari posisi hierarkis diatas, telah
jelas digambarkan bahwa pendekatan, strategi, metode, serta teknik dan taktik
pembelajaran terbungkus menjadi satu yang disebut model pembelajaran.
menurut Arends dalam Suprijono (2009:46) model pembelajaran
mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan
pembelajaran, tahap-tahap pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Model
pembelajaran dapat didefenisikan sebagai
kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengordinasikan
pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Melalui
model pembelajaran guru dapat membantu peserta didik dalam mendapatkan
informasi, ide, keterampilan, cara berpikir, dan mengekspresikan ide. model
pembelajaran berfungsi pula sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran
dan para guru dalam merancang aktivitas belajar mengajar.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengelolaan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh
guru yang ditujukan kepada siswa untuk menciptakan kondisi kelas yang optimal
sehingga kegiatan proses belajar berlangsung secara kondusif dan maksimal
sesuai tujuan yang diharapkan.
- Cara mengelola kelas dapat berjalan dengan baik jika
pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran maupun
model pembelajaran disampaikan secara tepat kepada siswa, karena dari
situlah akan terciptanya kondisi kelas yang optimal, baik dari pengelolaan
siswa dalam kegiatan belajar maupun pengelolaan materi yang akan
disampaikan sesuai tujuan pembelajaran.
3. Pendekatan pembelajaran ialah sudut pandang terhadap
proses pembelajaran yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi,
mengansprasi. Menguatkan, dan melatari metode pembelajaran.
4. Pendekatan dibagi menjadi dua jenis yaitu: pendekatan
yang berpusat pada guru (teacher center approach) dan pendekatan yang
berpusat pada siswa (student center approach).
5.
Strategi
pembelajaran ialah suatu rencana atau konsep yang dipersiapkan untuk menunjang
proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan belajar.
6. Metode pembelajaran ialah cara yang dicapai dalam proses
pembelajaran yang disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan untuk
mencapai tujuan belajar.
7. Adapun macam-macam metode yang sering digunakan yaitu:
metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, penugasan, eksperimen, dan
simulasi.
8. Model pembelajaran ialah bentuk pembelajaran yang khas
mulai dari awal sampai akhir yang disajikan
oleh guru di kelas. Dalam model
pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan,
metode, dan teknik pembelajaran.
B.
Saran
Dari
pemahaman uraian di atas tentang pengelolaan kelas secara efektif yang ditinjau
dari pendekatan, strategi, metode, dan model pembelajaran, diharapkan guru
dapat menerapkan sesuai tujuan yang diharapkan dalam proses kegiatan belajar
mengajar. Ini adalah upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru yang ada di
Indonesia untuk menghasilkan siswa yang berkualitas.
DAFTAR RUJUKAN
Chatib,
Munif. 2011. Gurunya Manusia. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri & Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Hosna,
Rofi’atul & Samsul. 2013. The Art Of Learning. Jombang: Multazam.
Mufarrokah, Anissatul. 2009. Strategi Belajar Mengajar.
Yogyakarta: Sukses Ofset.
Rianto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Senjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Suprijono,
Agus. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Winataputra, Udin S. 2003. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar