Selasa, 19 Mei 2015

Makalah Perkembangan kognitif Peserta didik

MAKALAH PERKEMBANGAN KOGNITIF
MATA KULIAH
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Dosen Pembimbing :
Dr. Rofi’atul Hosna, M.pd
ikaha color
 






Oleh :
Luluk Sayyidatul Afiyah

FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
INSTITUT KEISLAMAN HASYIM ASY’ARI
TEBUIRENG – JOMBANG
2012 – 2013

BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif  adalah salah satu perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan  lingkungannya.
Dalam arti luas Dapat dipahami juga bahwa kognitif atau pemikiran adalah istilah yang digunakan oleh para ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi,pikiran,ingatan,dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang  memperoleh pengetahuan,memecahkan masalah,dan merencanakan masa depan,atau semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari,memerhatikan,mengamati,mambayangkan,memperkirakan ,menilai,dan memikirkan lingkungan .
Menurut Teori Piaget perkembangan kognitif adalah:
1.      Anak adalah pembelajar yang aktif
dalam memahami dunia secara aktif,anak-anak menggunakan skema(kerangka kognitif atau kerangka referensi). Skema adalah konsep atau kerangka yang ada dalam pikiran anakyang digunakan untuk mengorganisasikan dan menginterprestasikan
informasi. Ada dua proses yang bertanggung jawab atas cara anak menggunakan dan mengadaptasikan skema : asimilasi dan akomodasi
a.       Proses asimilasi   terjadi ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah ada.yakni,anak mengasimilasikan lingkungan kedalam suatu skema.
b.      Proses akomodasi terjadi ketika anak menyesuaikan diri pada informasi baru . yakni anak menyesuaikan skema mereka dengan lingkungannya.
Misal :
Gadis berumur delapan tahun yang diberipalu dan paku untuk menggantung sebuah gambar didinding . dia belum pernah menggunakan palu ,tetapi dengan mengamati orang lain menggunakan palu. Setelah mengetahui hal tersebut dia akan memasukan pengetahuan tersebut kedalam  skema yang sudah dimilikinya(asimilasi).  Tetapi karna palu tersebut berat dia,sehingga dia memegangnya dibagian atas. Dia mukul terlalu keras  sehingga pakunya bengkok,untuk itu dia hrus menyesuaikan tekanan pukulanya,penyesuaian ini mencerminkan kemampuannya untuk mengubah sedikit pemahamannya tentang dunia (akomodasi)

2.      Anak mengorganisasi apa yang mereka pelajari dari pengalaman.
Konsep yang berarti  usaha mengelompokan perilaku yang terpisah ke dalam urutan yang lebih teratur,kedalam fungsi kognitif. Anak-anak yang hanya punya gagasan samar tentang cara menggunakan sesuatu mungkin juga punya gagasan kabur tentang
cara menggunakan alat lainya.

3.      Ekuilibrasi (equilibration) adalah mekanisme yang dikemukakan oleh Piaget untuk menjelaskan bagaimana anak bergerak dari satu tahap pemikiran ketahap pemikiran selanjutnya. Yakni keadaan seimbang antara struktur kognisinya dan pengalamanya dalam lingkungan.











B. Tahap Perkembangan Kognitif Menurut Piaget
Tahap perkembangan kognitif menurut piaget ada 4:
Tahap Sensori-motorik
Usia 0-2 tahun

Bayi bergerak dari tindakanreflek instinktif pada saat lahir sampai permulaan pimikiran simbolis. Bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia melalui pengordinasi pengalaman sensor dengan tindakan fisik.
Tahap pra-operasional
Usia 2-7 tahun

Anak mulai mempresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan informasi indrawi dan tindakan fisik.
Tahap operasional konkret
Usia 7-11 tahun

Pada saat ini akan dapat berpikir secara logis mengenal peristiwa-peristiwa yang konkret dan mengklasifikasikan benda kedalam bentuk yang berbeda.
Tahap operasional formal
Usia 11 hingga dewasa

Remaja mulai berpikir secara lebih abstrak,idealistis,dan logis


1.      Tahap sensori-motor
Dalam tahap ini,bayi menyusun  pemahaman dunia dengan mengoordinasi kan pengalaman indra (sensory)mereka (seperti melihat dan mendengar) dengan gerakan motorik (otot) mereka (manggapai,menyentuh) dan karenanya diistilahkan
sensorimotor.


2.      Taham pra-operasional
Dibagi menjadi 2 subtahap:
a.      Fungsi simbolis
Tahap ini terjadi sekitar 2-4 tahun,anak kecil secara mental mulai bisa mempresentasikan obyek yang tak hadir. Hal ini mulai memperluas dunia mental anak hingga mencakup dimensi-dimensi baru.misalnya Penggunaan bahasa dan kemunculan sikap bermain .
b.      Pemikira intuitif
Tahap ini terjadi sekitar 4-7 tahun,seorang anak  merasa yakin terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka,tetapi tidak menyadari  bagaimana mereka bisa mengetahui apa-apa  yang  ingin mereka ketahui.

3.      Tahap operasional konkret
Operasi konkret adalah tindakan mental yang bisa dibalikan yang berkaitan dengan obyek konkret nyata. Operasi konkret membuat anak bisa mengoordinasikan beberapa karakteristik,jadi bukan hanya  fokus pada satu kualitas dari obyek. Kemampuan tahap operasi konkret penting adalah pengklasifikasian atau membagi sesuatu menjadi sub yang berbeda-beda dan memahami hubunganya.
Ada 2 macam  yakni:

a.       Seriation : yaitu operasi konkret yang melibatkan stimuli pengurutan berdasarkan dimensi kuantitatif.
b.      Transitivity: yaitu operasi konkret kemampuan untuk mengombinasikan hubungan-hubungan secara logis guna memahami kesimpulan tertentu.


4.      Tahap operasional formal
Tahap ini ,individu sudah mulai memikirkan pengalaman diluar pengalaman konkret,dan memikirkannya secara lebih abstrak,idealis,dan logis. Kualitas abstrak dari pemikiran operasional tampak jelas dalam pemecahan problem. Selain memiliki kemampuan abstraksi,pemikir operasional formal juga punya kemampuan untuk melakukan idealisme dan membayangkan kemungkinan-kemungkinanan.
 Pada tahap ini,remaja mulai melakukan pemikiran spekulasi  tentang kualitas ideal  yang mereka inginkan dalam diri mereka dan diri orang lain. Pemikiran idealis ini bisa menjadi fantasi atau khayalan . banyak remaja tak sabar terhadap cita-cita mereka sendiri. Mereka juga tidak sabar menghadapi problem untuk mewujudkan cita-citanya itu.

C. Karakteristik Perkembangan Kognitif  Peserta Didik Usia sekolah Dasar
Mengacu pada pemikiran kognitif  Piaget,pemikiran anak-anak usia sekolah dasar masuk dalam tahap pemikiran konkret-operasional,yaitu masa dimana aktifitas mental mental anak terfokus pada obyek-obyek yang nyata atau pengalamanya.
Ini berarti anak usia SD ini sudah memiliki kemampuan untuk berfikir melalui urutan sebab akibat dan mulai mengenali banyaknya cara yang bisa ditempuh dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Anak usia ini juga dapat mempertimbangkan secara logis hasil dari sebuah kondisi atau situasi serta tahu beberapa aturan atau strategi berpikir ,seperti penjumlahan,pengurangan,penggandaan,mengurutkan sesuatu secara berseri dan mampu memahami operasi dalam  sjumlah konsep,seperti 5x6  = 30;30 : 6 = 5 (Johnson & Medinnus,1974)
Dalam upaya memahami alam sekitarnya,mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indra,karena ia mulai memiliki kemampuan untuk membedakan yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya,dan antara yang bersifat sementara dengan yang bersifat menetap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar