MAKALAH PERKEMBANGAN KOGNITIF
MATA KULIAH
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Dosen
Pembimbing :
Dr.
Rofi’atul Hosna, M.pd
![]() |
Oleh
:
Luluk
Sayyidatul Afiyah
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU
MADRASAH IBTIDAIYAH
INSTITUT KEISLAMAN
HASYIM ASY’ARI
TEBUIRENG – JOMBANG
2012 – 2013
BAB
II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Perkembangan Kognitif
Perkembangan
kognitif adalah salah satu perkembangan
peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses
psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan
memikirkan lingkungannya.
Dalam
arti luas Dapat dipahami juga bahwa kognitif atau pemikiran adalah istilah yang
digunakan oleh para ahli psikologi untuk menjelaskan semua aktivitas mental
yang berhubungan dengan persepsi,pikiran,ingatan,dan pengolahan informasi yang
memungkinkan seseorang memperoleh
pengetahuan,memecahkan masalah,dan merencanakan masa depan,atau semua proses
psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu
mempelajari,memerhatikan,mengamati,mambayangkan,memperkirakan ,menilai,dan
memikirkan lingkungan .
Menurut
Teori Piaget perkembangan kognitif adalah:
1. Anak
adalah pembelajar yang aktif
dalam
memahami dunia secara aktif,anak-anak menggunakan skema(kerangka kognitif atau
kerangka referensi). Skema adalah konsep atau kerangka yang ada dalam pikiran
anakyang digunakan untuk mengorganisasikan dan menginterprestasikan
informasi.
Ada dua proses yang bertanggung jawab atas cara anak menggunakan dan
mengadaptasikan skema : asimilasi dan akomodasi
a. Proses asimilasi terjadi
ketika seorang anak memasukkan pengetahuan baru ke dalam pengetahuan yang sudah
ada.yakni,anak mengasimilasikan lingkungan kedalam suatu skema.
b. Proses akomodasi
terjadi ketika anak menyesuaikan diri pada informasi baru . yakni anak
menyesuaikan skema mereka dengan lingkungannya.
Misal
:
Gadis
berumur delapan tahun yang diberipalu dan paku untuk menggantung sebuah gambar
didinding . dia belum pernah menggunakan palu ,tetapi dengan mengamati orang
lain menggunakan palu. Setelah mengetahui hal tersebut dia akan memasukan
pengetahuan tersebut kedalam skema yang
sudah dimilikinya(asimilasi). Tetapi
karna palu tersebut berat dia,sehingga dia memegangnya dibagian atas. Dia mukul
terlalu keras sehingga pakunya
bengkok,untuk itu dia hrus menyesuaikan tekanan pukulanya,penyesuaian ini
mencerminkan kemampuannya untuk mengubah sedikit pemahamannya tentang dunia
(akomodasi)
2. Anak
mengorganisasi apa yang mereka pelajari dari pengalaman.
Konsep
yang berarti usaha mengelompokan
perilaku yang terpisah ke dalam urutan yang lebih teratur,kedalam fungsi
kognitif. Anak-anak yang hanya punya gagasan samar tentang cara menggunakan
sesuatu mungkin juga punya gagasan kabur tentang
cara
menggunakan alat lainya.
3. Ekuilibrasi
(equilibration) adalah mekanisme yang dikemukakan oleh Piaget untuk menjelaskan
bagaimana anak bergerak dari satu tahap pemikiran ketahap pemikiran
selanjutnya. Yakni keadaan seimbang antara struktur kognisinya dan pengalamanya
dalam lingkungan.
B. Tahap Perkembangan
Kognitif Menurut Piaget
Tahap
perkembangan kognitif menurut piaget ada 4:
|
Tahap Sensori-motorik
|
|
Usia 0-2 tahun
Bayi bergerak dari
tindakanreflek instinktif pada saat lahir sampai permulaan pimikiran
simbolis. Bayi membangun suatu pemahaman tentang dunia melalui pengordinasi
pengalaman sensor dengan tindakan fisik.
|
|
Tahap pra-operasional
|
|
Usia 2-7 tahun
Anak mulai
mempresentasikan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Kata dan gambar
ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui hubungan
informasi indrawi dan tindakan fisik.
|
|
Tahap operasional konkret
|
|
Usia
7-11 tahun
Pada
saat ini akan dapat berpikir secara logis mengenal peristiwa-peristiwa yang
konkret dan mengklasifikasikan benda kedalam bentuk yang berbeda.
|
|
Tahap operasional formal
|
|
Usia 11 hingga dewasa
Remaja mulai berpikir
secara lebih abstrak,idealistis,dan logis
|
1.
Tahap
sensori-motor
Dalam tahap ini,bayi menyusun pemahaman dunia dengan mengoordinasi kan
pengalaman indra (sensory)mereka (seperti melihat dan mendengar) dengan gerakan
motorik (otot) mereka (manggapai,menyentuh) dan karenanya diistilahkan
sensorimotor.
2.
Taham
pra-operasional
Dibagi
menjadi 2 subtahap:
a.
Fungsi
simbolis
Tahap ini terjadi
sekitar 2-4 tahun,anak kecil secara mental mulai bisa mempresentasikan obyek
yang tak hadir. Hal ini mulai memperluas dunia mental anak hingga mencakup
dimensi-dimensi baru.misalnya Penggunaan bahasa dan kemunculan sikap bermain .
b.
Pemikira
intuitif
Tahap ini terjadi
sekitar 4-7 tahun,seorang anak merasa
yakin terhadap pengetahuan dan pemahaman mereka,tetapi tidak menyadari bagaimana mereka bisa mengetahui apa-apa yang ingin
mereka ketahui.
3.
Tahap
operasional konkret
Operasi
konkret adalah tindakan mental yang bisa dibalikan yang berkaitan dengan obyek
konkret nyata. Operasi konkret membuat anak bisa mengoordinasikan beberapa
karakteristik,jadi bukan hanya fokus
pada satu kualitas dari obyek. Kemampuan tahap operasi konkret penting adalah
pengklasifikasian atau membagi sesuatu menjadi sub yang berbeda-beda dan
memahami hubunganya.
Ada
2 macam yakni:
a. Seriation
: yaitu operasi konkret yang melibatkan stimuli pengurutan berdasarkan dimensi
kuantitatif.
b. Transitivity:
yaitu operasi konkret kemampuan untuk mengombinasikan hubungan-hubungan secara
logis guna memahami kesimpulan tertentu.
4.
Tahap
operasional formal
Tahap ini ,individu sudah mulai
memikirkan pengalaman diluar pengalaman konkret,dan memikirkannya secara lebih
abstrak,idealis,dan logis. Kualitas abstrak dari pemikiran operasional tampak
jelas dalam pemecahan problem. Selain memiliki kemampuan abstraksi,pemikir
operasional formal juga punya kemampuan untuk melakukan idealisme dan
membayangkan kemungkinan-kemungkinanan.
Pada tahap ini,remaja mulai melakukan
pemikiran spekulasi tentang kualitas
ideal yang mereka inginkan dalam diri
mereka dan diri orang lain. Pemikiran idealis ini bisa menjadi fantasi atau
khayalan . banyak remaja tak sabar terhadap cita-cita mereka sendiri. Mereka
juga tidak sabar menghadapi problem untuk mewujudkan cita-citanya itu.
C.
Karakteristik Perkembangan Kognitif
Peserta Didik Usia sekolah Dasar
Mengacu
pada pemikiran kognitif Piaget,pemikiran
anak-anak usia sekolah dasar masuk dalam tahap pemikiran
konkret-operasional,yaitu masa dimana aktifitas mental mental anak terfokus
pada obyek-obyek yang nyata atau pengalamanya.
Ini
berarti anak usia SD ini sudah memiliki kemampuan untuk berfikir melalui urutan
sebab akibat dan mulai mengenali banyaknya cara yang bisa ditempuh dalam
menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Anak usia ini juga dapat
mempertimbangkan secara logis hasil dari sebuah kondisi atau situasi serta tahu
beberapa aturan atau strategi berpikir ,seperti penjumlahan,pengurangan,penggandaan,mengurutkan
sesuatu secara berseri dan mampu memahami operasi dalam sjumlah konsep,seperti 5x6 = 30;30 : 6 = 5 (Johnson & Medinnus,1974)
Dalam
upaya memahami alam sekitarnya,mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi
yang bersumber dari panca indra,karena ia mulai memiliki kemampuan untuk
membedakan yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya,dan antara yang
bersifat sementara dengan yang bersifat menetap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar